Banyak belajar, jadi banyak tau
March 19th, 2007 by bentengcaturBanyak belajar maka banyak tau, ada juga yang bilang jadi banyak lupa ..
Tidak belajar, tidak lupa, karena tidak tau apa-apa he..he.
Anekdot itu yang saya dengar dari guru matematika saya waktu saya kelas 3 smu. Sebenarnya awalnya kita ini tidak tau apa2. Nabi Adam a.s. pun saat diturunkan ke bumi tidak tau apa2, apalagi kita yang bukanlah seorang nabi. Solusinya adalah mencari tau, dengan membaca, diskusi, nonton, mengikuti seminar, dan lain2. Dengan begitu makin hari makin banyak yang bisa kita pelajari. makin banyak yang kita tahu, sehingga dalam menyikapi segala sesuatu Insya Allah makin bijaksana. Hal ini karena makin banyak ilmu, maka dalam melihat suatu hal kita bisa melihat dari banyak sisi.
Dalam menjalani hal2 dikehidupan ini pada awalnya kita mengikuti apa yang kebanyakan orang lakukan, intinya adalah meniru. Tapi jika kita sudah dewasa, maka ada hal kritis yang harus kita kembangkan. Suatu pertanyaan ke dalam diri kita yaitu “Apakah yang kebanyakan orang lakukan adalah sesuatu yang benar??”
Nabi Ibrahim a.s. adalah orang yang unik pada masa itu.Di tengah kebanyakan orang menyembah berhala, Nabi Ibrahim a.s. justru mempertanyakan tentang kebenaran menyembah berhala. Nabi Ibrahim a.s. dikucilkan, tapi justru beliaulah yang benar. Sikap kritis beliau (tentunya dengan Ijin Allah), maka beliau menemukan dan mengetahui kebenaran.
Dalam pembelajaran ada tahapan2-nya:
Tidak tahu –> menjadi tahu
Tahu, tapi tidak mau —> menjadi mau
mau tapi tidak mampu —> menjadi mampu
singkatnya, proses pembelajaran adalah dari tidak tahu lalu pada akhirnya menjadi mampu..
Jika sikap kritis kita menuntun kita jadi banyak tahu, maka apakah pengetahuan yang kita miliki hanya untuk diri kita? apakah cukup kita benar sendirian? selamat sendirian?




